| |
Rubrik |
Pesan Singkat |
Kalender |
Statistik Web |
Visitors : 97580 visitors
Hits : 53842 hits
Month : 915 users
Today : 40 users
Online : 7
users |
|
|
 |
|
Pelajar SMP Tewas Terbakar Selasa, 16 Februari 10 - oleh : admin

Nia Mahdaleni, pelajar SMPN 15 Kota Lhokseumawe, Senin (15/2) sekitar pukul 18.30 WIB, menghembuskan napas terakhir dalam masa perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Pelajar asal Jalan Perikanan Desa Mon Geudong, Banda Sakti, Lhokseumawe ini, dirawat karena terbakar di dalam kamarnya sekitar pukul 03.30 WIB Senin (15/2), yang diduga akibat korslet listrik pada kipas angin.
Kepala RSUCM T Mughayatsyah yang dikonfirmasi Serambi tadi malam, mengakui Nia Mahdaleni telah meninggal dalam masa perawatan di rumah sakit itu an belum sempat dirujuk ke Medan untuk menjalani operasi plastik. “Dia meninggal sekitar pukul 18.30 WIB,” kata Mughayatsyah.
Sebelumnya, berdasarkan amatan Serambi di ruang ICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia Bukit Rata, kondisi Nia sangat memprihatinkan. Namun, anak kedua dari keluarga Rakiyah itu tetap sadar karena dadanya tak terganggu. Hanya kulitnya yang melepuh di sekujur tubuh. Nia terlihat dibaringkan di atas ranjang yang telah dilapisi pucuk daun pisang.
Sementara dua dokter spesialis bedah yaitu dr M Tambah dan dr Syarifuddin bersama paramedis terus membersihkan luka bakar pada tubuh korban. “Korban harus dirujuk ke Medan dan harus dioperasi plastik,” kata M Tambah kepada Serambi disela-sela menangani korban.
Selain Nia, ibu kandungnya Rukiyah (45) ikut terbakar di bagian tangannya. Karena saat kebakaran itu, ia menabrak jendela kaca kamar tidur anaknya untuk berusaha berusaha mematikan kobaran api. Rakiyah melihat pakaian anaknya sedang terbakar, dia yang telah jatuh tak berkutik berteriak minta tolong.
Rukiyah saat ditanyai di RSUD Lhokseumawe, mengatakan, saat kejadian itu sekitar pukul 03.30 WIB, semua warga telah tertidur. Malam itu, menurutnya, beberapa kali listrik mati, termasuk saat menjelang dinihari. “Saat itu saya mendengar ada suara orang minta tolong. Begitu saya lihat ternyata kebakaran itu dalam kamar anak saya. Setelah itu saya langsung mencoba memadamkan api yang mungkin karena korsleting listrik pada kabel kipas angin,” jelas janda beranak dua ini.
Membezuk
Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Munir Usman, kemarin, langsung membezuk korban di Ruang ICU RSUD Cut Meutia. Wali Kota meminta dokter untuk serius merawat korban walaupun ia tidak memiliki kartu jamkesmas. “Soal kartu jaminan kesehatan akan kita bicarakan nanti. Sekarang, yang penting korban harus diselamatkan dulu dari masa kritis,” kata Munir.
Dalam kunjungannya itu, Wali Kota memberikan bantuan masa panik Rp 1 juta. Ia juga menyatakan pihaknya akan berupaya agar bantuan lainnya seperti biaya obat-obatan bisa ditanggung pemko. “Namun, hal itu harus kami musyawarahkan dengan pihak terkait lainnya lebih dulu,” ujar Munir.(ib)
Sumber : serambinews.com kirim ke teman | versi cetak
Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Formulir Komentar | Aturan >>
|
|
 |
|
Pencarian |
Jajak Pendapat |
Top Download |
Link Terbaru | Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link
Artikel Terakhir |
Info GEMPA Terkini |
Peta Pengunjung |
|
|