RAPI 01.07 Kota Lhokseumawe JZ01ZWK http://www.rapi0107.org   
RAPI 01.07 Kota Lhokseumawe    
 
Status Mesin Anda :  
  
IP Address Anda : 38.107.191.90  

  

 
Salam RAPI 51.55 dan Selamat datang di Website RAPI 01.07 Kota Lhokseumawe - Provinsi Aceh Website : http://www.rapi0107.org "JALIN KOMUNIKASI, SATUKAN KATA, TETAPKAN HATI, PERTAHANKAN PERDAMAIAN" Info : Ripiter 143.475 Mhz (-80) dan RF Gateway 141.200 Mhz di Kampus Universitas Malikussaleh Online 24 jam
 

 
   Menu Utama
Halaman Utama
Tentang RAPI
Anggaran Dasar
Anggaran Rumah Tangga
Peraturan Organisasi
Kode etik
Ten Code
Pengurus
Callbook
Etika Komunikasi
Logo RAPI
Pengurus Daerah
SOP
Kota Lhokseumawe
Anggota NAD
Pengurus LOKAL
Formulir Anggota

   Kegiatan
Kegiatan 2005-2008
MUSWIL II
Auto Dubling 2009
Waka Polres Sigli
Auto Dubling Medan
Rapat Pemilu 2009
Perawatan Ripiter-050409
Satgaskom PILEG
Auto Dubling GHORKA
Sepakbola RAPI vs Jurnalis
Pertandingan Batminton-1
Pertandingan Batminton-2
Auto Bhayangkara 1
Auto Bhayangkara 2
Satgaskom PILPRES
Buka Puasa 2009
MUSDA II RAPI Aceh
Repiter Baru
Sembako PIJAY
Sembako Blangmangat
Audensi DPRK

   Pelayanan
Download
Web Links
Rubrik
Kirim Artikel
Kontak Kami
Chatting

   Brosur Radio
YAESU
ICOM
MOTOROLA
ALINCO
KENWOOD

   Rubrik
Bencana Alam & Musibah
Radio & Elektronika
RAPI Nusantara
RAPI 01.07
RAPI NAD
Sosial & Islam
Jajak Pendapat
Penyuluhan

   Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
  *harus diisi

   Kalender

   Statistik Web
  Visitors : 97580 visitors
  Hits : 53842 hits
  Month : 915 users
  Today : 40 users
  Online : 7 users

   


Pelajar SMP Tewas Terbakar
Selasa, 16 Februari 10 - oleh : admin


Nia Mahdaleni, pelajar SMPN 15 Kota Lhokseumawe, Senin (15/2) sekitar pukul 18.30 WIB, menghembuskan napas terakhir dalam masa perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Pelajar asal Jalan Perikanan Desa Mon Geudong, Banda Sakti, Lhokseumawe ini, dirawat karena terbakar di dalam kamarnya sekitar pukul 03.30 WIB Senin (15/2), yang diduga akibat korslet listrik pada kipas angin.

Kepala RSUCM T Mughayatsyah yang dikonfirmasi Serambi tadi malam, mengakui Nia Mahdaleni telah meninggal dalam masa perawatan di rumah sakit itu an belum sempat dirujuk ke Medan untuk menjalani operasi plastik. “Dia meninggal sekitar pukul 18.30 WIB,” kata Mughayatsyah.

Sebelumnya, berdasarkan amatan Serambi di ruang ICU Rumah Sakit Umum Cut Meutia Bukit Rata, kondisi Nia sangat memprihatinkan. Namun, anak kedua dari keluarga Rakiyah itu tetap sadar karena dadanya tak terganggu. Hanya kulitnya yang melepuh di sekujur tubuh. Nia terlihat dibaringkan di atas ranjang yang telah dilapisi pucuk daun pisang.

Sementara dua dokter spesialis bedah yaitu dr M Tambah dan dr Syarifuddin bersama paramedis terus membersihkan luka bakar pada tubuh korban. “Korban harus dirujuk ke Medan dan harus dioperasi plastik,” kata M Tambah kepada Serambi disela-sela menangani korban.

Selain Nia, ibu kandungnya Rukiyah (45) ikut terbakar di bagian tangannya. Karena saat kebakaran itu, ia menabrak jendela kaca kamar tidur anaknya untuk berusaha berusaha mematikan kobaran api. Rakiyah melihat pakaian anaknya sedang terbakar, dia yang telah jatuh tak berkutik berteriak minta tolong.

Rukiyah saat ditanyai di RSUD Lhokseumawe, mengatakan, saat kejadian itu sekitar pukul 03.30 WIB, semua warga telah tertidur. Malam itu, menurutnya, beberapa kali listrik mati, termasuk saat menjelang dinihari. “Saat itu saya mendengar ada suara orang minta tolong. Begitu saya lihat ternyata kebakaran itu dalam kamar anak saya. Setelah itu saya langsung mencoba memadamkan api yang mungkin karena korsleting listrik pada kabel kipas angin,” jelas janda beranak dua ini.

Membezuk
Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Munir Usman, kemarin, langsung membezuk korban di Ruang ICU RSUD Cut Meutia. Wali Kota meminta dokter untuk serius merawat korban walaupun ia tidak memiliki kartu jamkesmas. “Soal kartu jaminan kesehatan akan kita bicarakan nanti. Sekarang, yang penting korban harus diselamatkan dulu dari masa kritis,” kata Munir.

Dalam kunjungannya itu, Wali Kota memberikan bantuan masa panik Rp 1 juta. Ia juga menyatakan pihaknya akan berupaya agar bantuan lainnya seperti biaya obat-obatan bisa ditanggung pemko. “Namun, hal itu harus kami musyawarahkan dengan pihak terkait lainnya lebih dulu,” ujar Munir.(ib)

Sumber : serambinews.com

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

 
   
   Pencarian

cari di  
 

   Jajak Pendapat
Merk Radio yang anda gunakan ?

Icom
Yaesu
Kenwood
Alinco
Motorola
Lain-lain


   Top Download
Pakain & Logo RAPI (1369)
Tata Cara Net (1243)
Client e10-25 (1069)
Panduan BANKOM 1 (962)
Callbook-0107-020408 (776)
Materi RAKERNAS V 2008 (767)
ICOM (711)
Alinco (611)
Kenwood (594)
Yaesu (590)

   Link Terbaru
Jaringan Komunikasi Antar Penduduk
[Added: 29-Jul-2009]
Jaringan Komunikasi Antar Penduduk
[Added: 29-Jul-2009]
RAPI 0106 PT.KKA
[Added: 28-May-2009]
Rapi 01 06 Lokal Banda Baro
[Added: 28-May-2009]
Rapi 01 06 Lokal Banda Baro
[Added: 28-May-2009]
Lokal 04 Cibeunying
[Added: 18-Apr-2009]
share with me
[Added: 16-Apr-2009]
Rapi Wilayah Medan
[Added: 14-Apr-2009]
Kumpulan Blog Indonesia
[Added: 08-Apr-2009]
RAPI KAMPAR
[Added: 05-Apr-2009]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Artikel Terakhir
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
Puluhan Anggota RAPI Ikut Amankan Lebaran
APEL PERSIAPAN SATGASKOM MUDIK LEBARAN
Gempa 5,3 SR Guncang Maluku

   Info GEMPA Terkini

Klik Gambar Utk Informasi Gempa
http://earthquake.usgs.gov


   Peta Pengunjung
Locations of visitors to this page